Selasa, 14 Agustus 2012

~::*AKU HANYA WANITA BIASA*::~

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Kepadamu yang akan menjadi pendampingku kelak...

Terima kasih karena telah memilihku di antara ribuan bidadari di luar sana yang siap untuk kau pilih....

Padahal kau begitu tahu begitu tahu, aku hanya wanita biasa, yang sangat jauh dari sempurna.

Karenanya ku ingin kau tau,aku bukan wanita yang sempurna, aku begitu banyak kekurangan.

Maka ketahuilah...

Kepadamu yang akan memilihku kelak...

Aku tak sebijak bunda Khadijah, karenanya ku ingin kau tau,

aku bisa saja berbuat salah dan begitu membuatmu marah.

Maka ku mohon padamu, bijaklah dalam menghadapiku, jangan marah padaku,

nasihati aku dengan hikmah, karena bagiku kaulah pemimpinku, tak akan berani ku durhaka kepadamu...

Duhai kau yang yang telah memilihku kelak....

Ingatlah, tak selamanya aku dapat tampak cantik di matamu,

ada kalanya aku akan terlihat begitu kusam dan jelek.

Mungkin karena aku begitu sibuk berjibaku di dapur,

untuk menyiapkan makan untukmu dan malaikat-malaikat kita nanti -InsyaAllah-.

Maka, aku akan tampak kotor dan bau asap.

Atau karena seharian ku harus membenahi istana kecil kita,

agar kau dan malaikat kita dapat tinggal dengan nyaman dan sehat.

Maka mungkin aku tidak sempat berdandan untuk menyambutmu sepulang bekerja.

Ataukah kau akan menemukanku terkantuk-kantuk saat mendengar keluham dan ceritamu,

bukan karena aku tak suka menjadi tempatmu menumpahkan segala rasamu,

tapi semalam saat kau tertidur dengan nyenyak,

aku tak sedetikpun tertidur kerana harus menjaga malaikat kecil kita yang sedang rewel,

dan ku tau kau letih mengais rezeki untuk kami maka tak ingin ku mengusik sedikit pun lelapmu..

. Jadi jika esok pagi kau mendapatiku begitu letih dan ada lingkaran hitam di mataku,

maka tetaplah tersenyum padaku, karena kau adalah kekuatan ku...

Padamu yang menjadi nahkoda dalam hidupku kelak...

Ketahuilah, aku tak sesabar Fatimah, ada kalanya kau akan menemukanku begitu marah,

menangis dan tak terkontrol, bukan karena ku membangkang padamu, tapi aku hanya wanita biasa,

aku juga butuh tempat untuk menumpahkan beban di hatiku, tempat untuk melepaskan penatku,

dan mungkin saat itu aku tak menemukanmu, atau kau begitu sibuk dengan pekerjaanmu,

maka bersabarlah, yang ku butuhkan hanya belaianmu...

Karena bagiku kau adalah tetesan embun yang mampu memadam segala resahku...

Padamu yang menjadi imam dalam hidupku kelak...

Ketahuilah, aku tak secerdas Aisyah..

Maka jangan pernah bosan mengajariku, membimbingku ke arah-NYA..

Jangan segan membangunanku di sepertiga malam untuk bersamamu bermunajat pada Kekasih yang Maha Kasih..

Jangan letih mengingatkanku untk terus bersamamu mendulang pahala dalam amalan-amalan sunnah..

Bimbing tanganku ke Jannah-NYA agar kau dan aku tetap bersatu di dalamnya...

Padamu yang menjadi kekasih hati dan teman dalam hidupku...

Seiring berjalanya waktu,kau akan menemukan rambutku yang dulu hitam legam dan indah,
akan menipis dam memutih. Kulitku yang bersih akan mulai keriput. Tanganku yang halus akan menjadi kasar...

Dan kau tak akan menemukanku sebagai wanita cantik, yang kau khitbah puluhan tahun yang lalu...
Bukan wanita muda yang selalu menyenangkan matamu...
Maka jangan pernah berpaling dariku...

Karena satu yang tak pernah berubah,
bahkan sejak dulu akan terus bertambah dan kian membuncah,
yaitu rasa cintaku padamu...

Ketahuilah... Tiap harinya, tiap jam, menit dan detiknya, telah aku lewati dengan selalu jatuh cinta padamu.
Maka cintailah aku karena-NYA, dengan apa adanya aku...
Jangan berharap aku menjadi wanita sempurna...
Maafkan aku karena aku bukan istri Nabi...

Aku hanya wanita biasa..........

ƸӜƷ.¸¸¸.••..ƸӜƷ..••.¸¸¸.ƸӜƷ



Dikutip dari Kisah Inspiratif
oleh Muslimah Sholehah pada 27 Februari 2011

Rabu, 25 Februari 2009

cintaku mulai secuil


Hujan begitu deras, rintik hujan begitu riuh seakan berpacu dengan gemuruhnya langit di senja itu, namun tak menyurutkan niat aris untuk menjumpai pujaan hatinya yang kala itu mereka tinggal bertetanggaan.
"hai...ria" sapa Aris
dengan wajah yang memerah Ria tampak tersipu dibalik rambut panjangnya yang terurai
"a..hai, kamu?" dengan penuh tanya iya memandang
"Aris, kamu? ada apa kamu kemari?" "ini kan hujan, apa kamu ngak sadar, ntar kamu sakit lho." Ria menegur dengan penuh perhatian.
"Aku hanya ingin melihat mu". ujar Aris, yang kala itu mereka bukanlah sepasang kekasih, melainkan mereka hanya terikat tali persahabatan, persahabatan yang penuh dengan kasih sayang, namun mereka enggan untuk mengungkapkan.
Namun Aris tak kalah untuk berjuang untuk meraih harapan. dengan ketabahan hati ia jalani persahabatan itu untuk meraih cita cintanya.
disamping itu, Ria juga menikmati persahabatan yang mereka jalani. Hari demi hari mereka jalani dengan canda dan tawa, karena selama ini Arislah yang menghibur hati Ria karena kecewa dengan cinta masa lalunya, cinta yang mungkin datang terlambat, dan dipisahkan oleh kota yang berbeda, hingga akhirnya cinta masa lalu Ria hilang ditengah asa dengan segala janji manisnya.pahit..., hitam.., kelam..,menggaluyuti dalam fikirannya, hingga ia temukan cinta dalam persahabatan yang mulai tumbuh dengan kata "secuil".
"ria...sebenarnya aku ingin mengungkapkan sesuatu, selama ini aku memendamnya"sapa Aris
"kamu memendam sesuatu? katakan saja, bukankah dalam pertemanan ini kita tidak menyembunyikan sesuatu?, bukankah kamu mengajarkanku untuk saling berbagi? jangan malu aku ngak akan marah!"dengan wajah manisnya Ria menyambut perkataan Aris.
"selama ini kita berteman, suka....duka...canda & tawa kita bersama, selama itu pula aku mulai merasakan sesuatu. semenjak aku pertama kali melihatmu, aku seperti menemukan kesejukan, ketenangan di wajahmu, ingin aku tenggelam dalam tawamu, ingin aku menjadi penawar dalam dukamu, ingin aku menjadi pembalut bagi lukamu, izinkan aku untuk menjadi sandaran hatimu, aku menyukaimu Ria" ujar Aris penuh dengan harap.
"tapi aku.....aku menganggap selama ini kau sahabatku" Ria berkata dengan bimbang
"ya..tapi aku ngak bisa membohongi perasaan ku, aku akan amat senang jikalau kau menerimaku walaupun itu hanya secuil, please......" sambil mengulurkan tangannya.
"mm....sebenarnya....aku...aku juga merasakan ada yang lain di hatiku, tapi aku ngak tahu dan aku ragu."
"baiklah, aku mau menerimamu tapi hanya secuil ya!?"canda Ria kala itu
"kamu ngak bohong kan?, kamu serius kan?"tanya Aris ragu
"he'eh"saut Ria sambil menganggukkan kepala tersipu malu
"Alhamdulillah.....akhirnya ya walupun hanya secuil" canda Aris
Akhirnya mereka menjalani hari-hari dengan penuh makna. senja yang begitu dingin menjadi hangat dengan cinta secuil mereka.