Rabu, 25 Februari 2009

cintaku mulai secuil


Hujan begitu deras, rintik hujan begitu riuh seakan berpacu dengan gemuruhnya langit di senja itu, namun tak menyurutkan niat aris untuk menjumpai pujaan hatinya yang kala itu mereka tinggal bertetanggaan.
"hai...ria" sapa Aris
dengan wajah yang memerah Ria tampak tersipu dibalik rambut panjangnya yang terurai
"a..hai, kamu?" dengan penuh tanya iya memandang
"Aris, kamu? ada apa kamu kemari?" "ini kan hujan, apa kamu ngak sadar, ntar kamu sakit lho." Ria menegur dengan penuh perhatian.
"Aku hanya ingin melihat mu". ujar Aris, yang kala itu mereka bukanlah sepasang kekasih, melainkan mereka hanya terikat tali persahabatan, persahabatan yang penuh dengan kasih sayang, namun mereka enggan untuk mengungkapkan.
Namun Aris tak kalah untuk berjuang untuk meraih harapan. dengan ketabahan hati ia jalani persahabatan itu untuk meraih cita cintanya.
disamping itu, Ria juga menikmati persahabatan yang mereka jalani. Hari demi hari mereka jalani dengan canda dan tawa, karena selama ini Arislah yang menghibur hati Ria karena kecewa dengan cinta masa lalunya, cinta yang mungkin datang terlambat, dan dipisahkan oleh kota yang berbeda, hingga akhirnya cinta masa lalu Ria hilang ditengah asa dengan segala janji manisnya.pahit..., hitam.., kelam..,menggaluyuti dalam fikirannya, hingga ia temukan cinta dalam persahabatan yang mulai tumbuh dengan kata "secuil".
"ria...sebenarnya aku ingin mengungkapkan sesuatu, selama ini aku memendamnya"sapa Aris
"kamu memendam sesuatu? katakan saja, bukankah dalam pertemanan ini kita tidak menyembunyikan sesuatu?, bukankah kamu mengajarkanku untuk saling berbagi? jangan malu aku ngak akan marah!"dengan wajah manisnya Ria menyambut perkataan Aris.
"selama ini kita berteman, suka....duka...canda & tawa kita bersama, selama itu pula aku mulai merasakan sesuatu. semenjak aku pertama kali melihatmu, aku seperti menemukan kesejukan, ketenangan di wajahmu, ingin aku tenggelam dalam tawamu, ingin aku menjadi penawar dalam dukamu, ingin aku menjadi pembalut bagi lukamu, izinkan aku untuk menjadi sandaran hatimu, aku menyukaimu Ria" ujar Aris penuh dengan harap.
"tapi aku.....aku menganggap selama ini kau sahabatku" Ria berkata dengan bimbang
"ya..tapi aku ngak bisa membohongi perasaan ku, aku akan amat senang jikalau kau menerimaku walaupun itu hanya secuil, please......" sambil mengulurkan tangannya.
"mm....sebenarnya....aku...aku juga merasakan ada yang lain di hatiku, tapi aku ngak tahu dan aku ragu."
"baiklah, aku mau menerimamu tapi hanya secuil ya!?"canda Ria kala itu
"kamu ngak bohong kan?, kamu serius kan?"tanya Aris ragu
"he'eh"saut Ria sambil menganggukkan kepala tersipu malu
"Alhamdulillah.....akhirnya ya walupun hanya secuil" canda Aris
Akhirnya mereka menjalani hari-hari dengan penuh makna. senja yang begitu dingin menjadi hangat dengan cinta secuil mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar